Sabtu, 25 Oktober 2014

PENGANTAR BISNIS : TUGAS 2 (KELOMPOK)


1.       Jelaskan factor-faktor apa saja yang menjadi pertimbangan untuk memilih bentuk badan usaha yang akan didirikan?
Jawab :
  • Modal yang diperlukan
Apabila badan usaha yang akan didirikan memerlukan modal yang tidak terlalu banyak, sebaiknya dipilih badan usaha perorangan. Sebaliknya, apabila badan usaha yang didirikan memerlukan modal dalam jumlah sangat besar, sebaiknya dipilih bentuk badan usaha Perseroan Terbatas (PT). Pada badan usaha berbentuk PT Anda dapat memperoleh modal dengan menjual saham kepada pihak lain.
  • Bidang usaha/kegiatannya
Apabila badan usaha yang akan didirikan berfokus pada kegiatan bidang perdagangan atau jasa, sebaiknya dipilih bentuk badan usaha perseorangan atau persekutuan. Namun, apabila badan usaha yang akan didirikan bergerak di bidang industri yang membutuhkan modal besar, sebaiknya dipilih bentuk badan usaha PT
  • Tingkat risiko yang dihadapi
Apabila badan usaha yang akan didirikan mempunyai kemungkinan risiko kecil, sebaiknya dipilih bentuk badan usaha perseorangan atau persekutuan. Namun apabila badan usaha yang akan didirikan mempunyai resiko cukup besar, sebaiknya dipilih bentuk badan usaha PT.
  • Undang-undang dan peraturan pemerintah
Penentuan bentuk badan usaha perlu disesuaikan dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku. Kegiatan badan usaha tidak boleh bertentangan dengan undang-undang dan peraturan pemerinah.
  • Cara pembagian keuntungan
Pembagian keuntungan adalah salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih bentuk badan usaha. Apabila mengharapkan keuntungan dapat dinikmati sendiri, sebaiknya dipilih bentuk badan usaha perseorangan. Sebaliknya, apabila keuntungan ingin dinikmati secara bersama-sama, sebaiknya dipilih bentuk badan usaha persekutuan atau PT.



2.       Mengapa orang cenderung merubah bentuk perusahaan perseorangan kebentuk perseroan terbatas (PT)?

Jawab :

Karena, di perusahaan semua kerugian ditanggung pemilik. Walaupun semua keuntungan diperoleh oleh pemilik tapi kebanyakan pemilik tidak ingin menanggung semua resiko kerugian yang akan ditanggung sendiri bilamana perusahaan itu bangkrut, maka dari itu banyak yang memilih merubah perusahaan dari perusahaan perseorangan menjadi perseroan terbatas yang kekayaan pribadi dan aset perusahaannya terpisah.


3.       Mengapa bentuk usaha koperasi cocok dengan bentuk usaha rakyat Indonesia ?

Jawab :

Karena landasan negara Indonesia adalah gotong royong.
Berdasarkan pengalaman, kegiatan saling membantu (gotong royong, solidaritas, dan perhitungan  ekonomi) diantara individu dan usaha akan lebih berhasil mengatasi permasalahan baik sosial maupun  ekonomi. Apalagi dalam menghadapi ekonomi pasar dimana persaingan pasar sangat ketat akan menyebabkan  UKM semakin tidak berdaya. Dalam ketidak berdayaan ekonomi seperti ini  kekuatan-kekuatan ekonomi  seperti usaha besar akan menguasai UKM baik dalam pemasaran hasil produksi maupun dalam penyediaan  sarana-sarana produksi.
Hal ini menyebabkan usaha-usaha kecil dan  menengah harus bergabung dalam suatu wadah (organisasi), dengan saling membantu dan bekerja  sama tidak saja untuk menghadapi oligopolies dan monopolis, tetapi juga untuk meningkatkan kemampuan berproduksi dan memasarkan hasil produksinya. Organisasi tersebut dinamakan koperasi. Dalam bab ini akan diuraikan sejarah perintisan perkembangan organisasi koperasi yang dimulai dari Eropa dan disebar luaskan keseluruh dunia termasuk Indonesia.
Para pelopor koperasi telah berhasil memprakarsai organisasi-organisasi  koperasi dan mengembangkan gerakan koperasi, gagasannya dan mengembangkan struktur organisasi koperasi tertentu terutama yang dapat diadaptasikan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan, kepentingan-kepentingan khusus dan pada situasi nyata dari kelompok-kelompok orang-orang yang berbeda lingkungan ekonomis dan social budaya. Mereka dalam mendirikan tipe koperasi tertentu dengan melalui proses “trial and errors” yang akhirnya berhasil membentuk organisasi koperasi. Dalam melaksanakan fungsi-fungsi inovatif sebagai pemrakarsa – pemrakarsa sebagai pengusaha-pengusaha koperasi yang membuka jalaln disebut  promotor koperasi.
Karena landasan Negara Indonesia adalah gotong royong berdasarkan pengalaman kegiatan saling membantu (gotong royong) solidaritas, perhitungan ekonomi diantara individu dan usaha akan lebih berhasil mengatasi permasalahan baik social maupun ekonomi.


4.       Diskusikan dan berikan contoh usaha bentuk apa dan bergerak dalam komoditi apa yang maju saat ini?

Jawab :

·         Restoran
·         Lapangan futsal
·         Alat elektronik (jual handphone dan laptop)
·         Usaha kursus dan pendidikan (kursus bahasa asing dan play grup)
·         Usaha rental (rental mobil dan warnet)
·         Agribisnis (budidaya ikan hias)
·         Kerajinan tangan (membuat souvenir)


      NAMA KELOMPOK :
      ANAS  BAGASWARA
      BAGAS  DWI  PRASETYA
      DIMAS  KURNIAWAN
      FUNGKY  IRAWAN
      PRIMA  SATRIA  WINANDAR

Tidak ada komentar:

Posting Komentar